BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Persediaan di banyak perusahaan merupakan salah satu aset yang paling mahal, manajer oprasional di dunia telah lama menyadari bahwa manajemen persediaan yang baik itu adalah hal yang sangat penting. Suatu perusahaan dapat mengurangi biaya dengan cara mengurangi tingkat persediaan yang ada di perusahaan, karena dengan adanya persediaan yang overload akan menjadikan biaya menjadi bertambah. Di lain pihak konsumen akan merasa tidak puas jika suatu produk stoknya habis, dan hal ini akan memungkinkan konsumen berpindah pada produk lain, maka perusahaan harus mencapai keseimbangan antara investasi persediaan dengan tingkat pelayanan konsumen
Dari permasalahan di atas tentunya pengelolaan persediaan sangatlah penting, maka dari itu penulis mengambil judul yaitu "Manajemen persediaan".
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah di atas penulis merumuskan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini sebagia berikut:
1.Apakah yang Dinamakan dengan Persediaan dalam Sebuah Perusahaan?
2.Ada Berapakah Jenis Persediaan ?
3.Apakah Fungsi dari Persediaan?
4.Apasajakah yang Termasuk dalam Biaya Persdiaan ?
5.Apa yang Dimaksud dengan Model Economis Order Quantity?
1.3 Tujuan Pembahasan
1Untuk Mengetahui Persediaan dalam Sebuah Perusahaan.
2Untuk Mengetahui Jenis-jenis Persediaan .
3Untuk Mengetahui Fungsi dari Persediaan.
4Untuk Mengetahui Apa yang Termasuk dalam Biaya Persdiaan .
5Untuk Mengetahui Model Economis Order Quantity
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Persediaan
Sebelum kita masuk pada pembahasan yang lebih lanjut, terlebih penulis skan menjelaskan
tentang pengertian persediaan (inventory).
Menurut Handoko (1999:333) persediaan (inventory) adalah "suatu istilah umum yang menunjukkan segala sesuatu atau sumber daya-sumber daya organisasi yang disimpan dalam antisipasinya terhadap pemenuhan permintaan". Permintaan tersebut meliputi bahan mentah, barang dalam proses, barang jadi ataupun produk final (produk jadi).
Sedangkan pengertian persediaan menurut Harjanto (2004:219) persediaan adalah merupakan
"barang atau bahan yang disimpan yang digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu". Misalnya saja untuk proses produksi, perakitan, untuk dijual kembali dan sebagai suku cadang dari sebuah mesin. untuk diproses selanjutnya dijual (Achun, 2008). Berdasarkan pengertian tersebut maka perusahaan jasa tidak memiliki persediaan, perusahaan dagang hanya memiliki persediaan barang dagang sedang perusahaan industri memiliki 3 jenis persediaan yaitu persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi siap disalurkan pada konsumen.
B.Jenis-jenis Persediaan.
Persediaan terbagi dalam beberapa jenis, setiap jenisnya memiliki karakteristik dan ciri-ciri khusus tersendiri. Dalam pengelolaan dan pemeliharaanya pun berbeda-beda. Persediaan ini bisa berupa bahan mentah, bahan pembantu, barang dalam proses, dan barang jadi ataupun suku cadang. Menurut beberapa ahli manajemen oprasional mereka menyebutkan definisi yang berbeda-beda namun masih memiliki muatan materi inti yang sama. Heizer & Render (2004:61) menyebutkan bahwa untuk mengakomodasi fungsi persediaan, perusahaan memiliki 4 Jenis persediaan, yaitu:
1.Persediaan bahan baku (raw material inventory).
Adalah sebuah bahan baku yang belum memasuki proses produksi yang kegunaanya untuk
memisahkan para pemasok dari proses produksi.
2.Persediaan barang setengah jadi (Working in proses- WIP inventory).
Adalah bahan baku atau komponen yang sudah mengalami proses produksi tapi masih belum sempurna atau masih belum menjadi produk jadi.
Adalah bahan baku atau komponen yang sudah mengalami proses produksi tapi masih belum sempurna atau masih belum menjadi produk jadi.
3.MRO (Maintenen/repair/ operating).
Pemeliharaan/ perbaikan/ oprasi. Di perlukan untuk berjaga-jaga jika ada kerusakan mesin dalam salah satu proses produksi dan MRO ini harus di jadwalkan atsu di antisipasi.
4.Persediaan barang jadi ( finished goods inventory).
4.Persediaan barang jadi ( finished goods inventory).
Produk akhir yang sudah jadi dan siap untuk dijual. Selain dari keempat jenis persediaan tersebut Handoko (1999:334) menambahkan yaitu:
5.Persediaan Komponen-komponen Rakitan ( Purchased parts/component).
Persediaan yang terdiri dari komponen komponen yang diperoleh dari perusahaan-perusahaan lain, dimana komponen tersebut dapat dirakit kembali menjadi suatu produk.
6.Persediaan Bahan Pembantu atau Penolong (suplies).
6.Persediaan Bahan Pembantu atau Penolong (suplies).
Persediaan barang-barang yang diperlukan dalam pross produksi, tetapi tidak merupakan komponen atau bagian dari barang jadi.
C.Fungsi-fungsi persediaan.
Pesediaan dalam sebuah perusahaan merupakan suatu hal yang sangat penting. Pesrsediaan memiliki berbagai fungsi karena jika perusahaan mengalami kekurangan barang persediaan maka akan berakibat pada hal-hal seperti tertundanya penjualan sehingga akan menghambat proses pendapatan laba. Kehilangan penjualan, kehilangan pelanggan. Maka disini peesediaan memiliki peranan penting dalam perusahaan. Adapun fungsi-fungsi dari persediaan adalah seperti yang telah disebutkan Handoko (1999: 335-336) dalm bukunya yang berjudul " Dasar-dasar manajemen produksi dan oprasi". Persediaan memilik tiga fungsi, Yaitu:
1.Fungsi Decoupling
Persediaan bahan mentah diadakan agar perusahaan tidak sepenuhnya bergantung pada pengadaanya dalam hal kuantitas dan waktu pengiriman. Persediaan barang dalam proses diadakan agar departemen-departemen dan proses-proses individual perusahaan terjaga kebebasannya. Persediaan barang jadi diperlukan untk memenuhi permintaan produk yang tidak pasti dari para pelanggan. Persediaan dapat digunakan untuk menghadapi fluiktuasi permintaan konsumen yang tidal dapat diperkirakan atau diramlkan disebut juga dengan fluctuation stock.
2.Fungsi Economic Lot Sizing
Melalui pnyimpanan persediaan, perusahaan dapat memproduksi dan membeli sumber daya-daya dalm kuantuitas yang dapat mengurangi biaya-biaya perunit. Persediaan "lot size" ini perlu mempertimbangkan penghematan-penghematan, karena perusahaa membeli dalam jumlah yag besar dibandingkan dengan biaya-biaya yang timbul karena besarnya persediaan.
3.Fungsi Antisipasi.
Persediaan memiliki fungsi antisipasi terhadap fluktuasi pelanggan atau konsumen yang tidak dapat diramalkan berdasar pengalaman-pengalaman masa lalu. Atau permintaan musiman sehingga perusahaan dapat mengadakan persediaan musiman (Seasional inventories).
Disamping itu perusahaan juga sering menghadapi ketidak pastian jangka waktu pengiriman dan permintaan akan barang-barang selama satu periode, sehingga membutuhkan persediaan ekstra atau disebut dengan persediaan pengaman. Selain itu persediaan (inventory) dapat memiliki berbagai fungsi penting yang menambah fleksibilitas dari proses produksi, atau oprasi suatu perusahaan. Yaitu :
Disamping itu perusahaan juga sering menghadapi ketidak pastian jangka waktu pengiriman dan permintaan akan barang-barang selama satu periode, sehingga membutuhkan persediaan ekstra atau disebut dengan persediaan pengaman. Selain itu persediaan (inventory) dapat memiliki berbagai fungsi penting yang menambah fleksibilitas dari proses produksi, atau oprasi suatu perusahaan. Yaitu :
1).Untuk memberikan suatu stock barang; agar dapat memenuhi permintaan yang diantisipasi dari konsumen yang bersifat fluktuatif
2).Untuk memangkan produksi dengan distribusi. Misalnya bila permintaan produksinya tinggi hanya pada musim panas, perusahaan dapat memenuhi stock selama musim dingin, sehingga biaya kekurangan stok dan kehilangan pelanggan dapat dihindari.
3.)Untuk mengambil keuntungan dari potongan jumlah.karena pembelian dlam jumlah yang besar secara substansial dapat menurunkan biaya produk.
3.)Untuk mengambil keuntungan dari potongan jumlah.karena pembelian dlam jumlah yang besar secara substansial dapat menurunkan biaya produk.
4).Untuk melakukan Holding terhadap inflasi dan perubahan harga. Untuk menghindar dari kekurangan stok yang dapat terjadi karena perubahan cuaca, kekurangan pasokan, masalah mutu, atau pengiriman yang tidak tepat.
5).Untuk menjaga agar opeasi dapat berjalan dengan baik dengan menggunakan barang dalam proses yang telah di sediakan. Hal seperti ini diperlukan karena kebutuhan waktu yang digunakan untuk memproduksi barang dan sepanjang berlangsungnya proses terkumpulnya persedian (Heizer & Render, 2001:314).
D.Biaya-biaya persedian
Persediaan merupakan salah satu asset penting perusahaan. Pengelolaan persediaan pun memperoleh perhatian dari manajemen. Tanpa persediaan sama sekali akan menjadikan proses prodeksi menjadi terhambat dan persediaan yang terlalu banyak, juga itu tidak baik baik bagi perusahaan. Mengapa tidak baik? Jawabannya tidak lain biaya persediaan. Menurut Mulyana (2007) Unsur biaya yang terdapat dalam persediaan diklasifikasikan menjadi tiga. Pertama, biaya pemesanan. Yang kedua, biaya penyimpanan. Dan yang ketiga, biaya kekurangan persediaan. Biaya pemesanan dikeluarkan terkait aktifitas pemesanan bahan atau barang sejak dari penempatan pemesanan sampai tersedia di gudang. Handoko (1999:336-338) menyebutkan bahwa dalam pembuatan sebuah keputusan yang akan mempengaruhi besarnya (jumlah) persediaan, maka manajer oprasional harus mempertimbangkan biaya-biaya variabel yang terkait dengan pengadaan persediaan. Dengan mengetahui biaya biaya yang terdapat atau terkait dengan persediaan maka manajer diharapkan mampu mengambil keputusan yang bijak mengenai kadar persediaan yang paling ekonomis dalam perusahaanya. Biaya- biaya tersebut Yaitu:
1.Biaya penyiapan (manufacturing).
Biaya ini keluar jiak perusahaan meproduksi bahan-bahan dasar dalam pabrik sendiri, maka perusahaan menghadapi biaya penyiapan (Setup Cost) untuk memproduksi komponen tertentu. Biaya-biaya tersebut meliputi:
a.Biaya mesin-mesin mengenggur
b.Biaya persiapan tenaga kerja langsung
c.Biaya scheduling
d.Biaya ekspedisi.
2.Biaya pemesanan (pembelian)
Setiap kali bahan dipesan, maka perusahaan akan menanggung biaya pemesanan. Biaya-biaya tersebut meliputi:
a.Pemrosesan pesanan dan biaya ekspedisi
b.Upah
c.Biaya telepon
d.Pengeluaran surat-menyurat.
e.Biaya pengepakan dan penimbangan
f.Biaya pemeriksaan (inspeksi) penerimaan.
g.Biaya pengiriman ke gudang
h.Biaya Hutang lacar
3.Biaya Penyimpanan (holding cost atau carrying cost).
Biaya penyimpanan ini bervariasi secara langsung dengan kuantitas persediaan. Biaya penyimpanan perperiode akan semakin besar apabila kuantitas bahan yang dipesan semakin banyak, atau rata-rata persediaan semakin tinggi. Biaya-biaya penyimpanan meliputi:
a.Biaya fasilitas penyimpana seperti penerangan, pemanas,pendingin atau yang lainnya.
b.Biaya modal yaitu alternative pendapatan atas dana yang diinvestasikan dalam persediaan.
c.Biaya keusangan
d.Biaya perhitungan phisikdan konsiliasi laporan
e.Biaya asuransi persediaan.
f.Biayay pajak persediaan
g.Biaya pencurian, pengrusakan, atau perampokan (jika ada).
h.Biaya penangana persediaan
4.Biaya kekurangan atau kehabisan Bahan (Shortage cost)
Biaya ini paling sulit diperkirakan biaya ini timbul bila mana persediaan tidak memenuhi atau mencukupi adanya permintaan bahan,yang termasuk dlam biaya ini adalah:
a.kehilangan penjualan
b.Kehilangan langganan
c.Biaya pemesanan Khusus
d.Biaya ekspedisi
e.Selisih Harga
f.Tergangunya oprasi
g.Tambahan pengeluaran kegiatan manjerial.
E.Model Economic Order Quantity (EOQ)
EOQ adalah Kuantitas persediaan yang optimal atau yang menyebabkan biaya persediaan mencapai titik terendah. Model EOQ ini merupakan Suatu rumusan untuk
menentukan kuantitas pesanan yang akan meminimumkan biaya persediaan (Kusuma, 2002:132). Dalam teori, konsep EOQ kadang-kadang juga disebut model fixed order quantity. Sederhana. Model EOQ digunakan untuk menentukan kuantitas pesanan persedian untuk meminimumkan biaya langsungbiaya penyimpanan persediaan dan biaya kebalikannya (inverse cost) pesanan persediaan. Untuk menghitung EOQ sederhana dapat mengunakan rumus sebagai berikut:
Keterangan:
D = penggunaan atau permintaan yang diperkirakan perperiode waktu.
D = penggunaan atau permintaan yang diperkirakan perperiode waktu.
S = Biaya pemesanan (persiapan pesanan dan penyiapan mesin) perpesanan
H = biaya penyimpanan per unit per tahun.
Model EOQ diatas dapat di terapkan dengan asumsi :
a.Permintaan akan produk adalah konstan seragam dan diketahui.
b.Harga per unit produk adalah konstan.
c.Biaya penyimpanan Unit pertahun (H) adalah konstan
d.Biaya pemesanan per pesanan (S) adalah konstan
e.Waktu anara pesanan yang dilakukan dan barang-barang yang diterima (lead,time, L) adalah konstanf.Tidak terjadi kekurangan barang atau backorder
Selain dari model EOQ sederhana tersebut ada lagi Model EOQ yaitu:
1. EOQ dengan Backorder
Sangat sering perusahaan akan, dapat mengalami kekurangan persediaan tanpa kehilangan penjualan selama periode kehabisan persediaan (out off stock). Bila barang yang disuplai terlambat dipesanan-pesanan dimasa lalu “backordering” persediaan unit dan barang dipesan kembali, Model sederhana dapat digunakan untuk menentukan EOQ.
Anggapan-angaapan dan istilah-istilah model backorder identik engan EOQ dasar tetapi ada beberapa pengecualian yaitu terperinci sebagai berikut:
a.Ada waktu (t1) dimana ada surplus persediaan (I)
b.Waktu (t2) dimana ada kekurangan persediaan (Q – I)
c.Setiap siklius memerlukan waktu yang sama
d.Biaya back ordering per unit pertahun adalah konstan ( B, Rp /unit/ tahun)
e.Backorder dan persedian dipenuhi secara bersamaan
2. EOQ dengan Tingkat Produksi Terbatas (Finite Production Rate).
Model EOQ dasar menganggap bahwa kuantitas yang di pesan di terima seluruhnya pada saat yang sama. Dalam jumlah Tunggal Q. Berapa produk yang dibeli dan di produksi sendiri perusahaan tidak selalu memenuhi anggapan tersebut. Jadi, persediaan tidak di penuhi semua secara bersamaan tetapi secara bertahap. Kuantitas pesanan tidak diterima dalam jumlah besar, tetapi diterima dalam jumlah atau kuantitas yang lebih kecil sejalan dengan kemajuan produksi. Produk-produk yang dibeli atau diproduksi sendiri mempunyai tingkat produksi (P) yang relatif lebih besar dari tingkat permintaan (d).
Anggapan-anggapan atu istilah-istilah model ini yang berbeda dari model dasar dapat di perinci sebagai berikut:
a.Kuantitas pesanan tidak dipenuhi semuanya pada saat yang sama tetapi tersedia dalam
kuantitas-kuantitas yang lebih kecil pada tingkat produksi atau pemenuhan yang konstan (P).
b.Tingkat permintaan (d) relatif lebih besar dari pada tingkat produksi.
c.Selama produksi dilakukan (tp), tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat
produksi dikurangi tingkat permintaan (p –d ).
d.Selama Q unit diproduksi, besarnya tingkat persediaan maksimum kurang dari Q karena
penggunaan selama pemenuhan.:
3.Model-model Potongan Kuantitas.
Model-model sebelumnya telah memperhatikan bahwa potongan kuantitas atau harga per unit lebh rendah mungkin diberikan bila perusahaan membeli dalam kuantitas-kuantitas persediaan yang lebih besar. Pada umumnya, tidak ada rumusansederhana ntk memecahkan masalahEOQ bila potongan diberikan. Ada beberap algorithma umum yang dapat digunakan bila potongan kuantitas diberikan. Dua algorithma akan di jelaskan sebagai berikut.
Karena harga bervariasi dengan jumlah yang dipesan, fungsi biaya total paling sedikit mencakup tiga macam biaya : biaya-biaya penyimpanan, pemesanan dan pembelian. Dengan C sama dengan harga pembelian, fungsi biaya total sekarang.
Karena harga bervariasi dengan jumlah yang dipesan, fungsi biaya total paling sedikit mencakup tiga macam biaya : biaya-biaya penyimpanan, pemesanan dan pembelian. Dengan C sama dengan harga pembelian, fungsi biaya total sekarang.
TC = DC + H + S
Hubungan antara harga (C) dan kuantitas (Q) biasanya diberikan dalam suatu tabel atau skedul. Konsekuensinya, biasanya tidak ada fungsi matematik sederhana yang dapat menggambarkan hubungan antara C dan Q. Oleh karena itu, sering diperlukan pecarian yang sistematik untuk menentukan kuantitas pesanan yang paling baik.
DAMPAK INFLASI PADA EOQ
Selama masa inflasi, model-model formal seperti EOQ haruslah di sesuaikan. Begitu biaya angkutan melonjak, biaya memesankan akan menanjakdengan cepat. Harga-harga beli bisa juga melonjakdengan tiba-tiba dan berulang-ulang. Selain itu, biaya modal di tahun-tahun terakhir ini juga telah berubah cepat. Dengan demikian nilai-nilai yang digunakan dalam persamaan EOQ bisa jadi tidak tetap dalam jangka waktu yang agak lama. Bila demikian maka kuatitas pesanan yang optimum tidak akan tetap. Beberapa perusahaan memerlukan fleksibilitas yang longgar dalam pengaturan waktu pesanan mereka dari pada yang ditentukan oleh titik pesan secara otomatis, ini diperlukan agarmereka mampu membeli produk tambahan dengan harga yang lebih murah. Perusahaan-perusahaan yang lain bisa juga menumpuk persediaandalam rangka memanfaatkan dan berjaga-jaga menghadapi kekurangan persediaan. Jadi, dalam masa inflasi dan kebijakan moneter yang ketat, perusahaan memerlukan manajemen persediaan yang lebih luwes dalam usaha menikmati harga yang lebih rendah dan berjaga-jaga menghadapi keadaan yang tak terduga dimasa depan. Dasar pemikiran model persediaan tetap saja tidakberubah, yaitu bahwa beberapa jenis biaya akan meningkat karena persediaan yang lebih besar, dan biaya-biaya lainnya akan turun. Walaupun angka optimum masih bisa diperoleh, tetapi angka ini bisa saja berubah dan penyesuaian harus di lakukan secara berkesinambungan.
PENGELOLAAN PERSEDIAAN BERDASARKAN PERMINTAAN
Seperti yang telah di uraikan sebelumnya, permintaan untuk beberapa bentuk persediaan berasal pada kebutuhan-kebutuhan yang lain dari persediaan. Suatu contoh yang bagusdiberikan oleh industri pabrik mobil, dimana permintaan terhadap barang jadi tergantung pada permintaan konsumen, perogram pemasaran, dan faktor-faktor lain yang berhubungan dengan proyeksi unit penjualan. Permintaan terhadap macam persediaan seperti ban, aki,lampu mobil, dan komponen lain nya kemudian secara lengkap di tentukan oleh jumlah mobil yang direncanakan. Ada 2 (dua) Macam pengelolaan persediaan berdasarkan permintaan yaitu :
1. Perencanaan kebutuhan bahan (Material Requirement planning).
2. Pengelolaan persediaan tepat waktu (Just-in time inventory management).
Perencanaan kebutuhan bahan (Material requirement planning)
Para ahli khusus produksi dan persediaan telah mengembangkan komputer berdasarkan sistem untuk pemesanan dan penjadwalan produksi dari bentuk persedian yang tergantung pada permintaan. Sistem ini disebut Material Requirement planning (MRP). Pemikiran dasar di belakang MRP adalah, sekali waktu tingkat persediaan barang jadi telah ditentukan, kemungkinan untuk menetukan tingkat persediaan barang dalam proses harus cocok dengan kebutuhan terhadap barang jadi. Dari sana, kemungkinan untuk menghitung kuantitas bahan baku yang harus di tangan. Kemampuan untuk menjadwal mundur persediaan barang jadi berasal dari sifat persediaan barang dalam proses dan bahan baku. MRP khususnya sangat penting untuk produk-produk yang rumit untuk mana dibutuhkan berbagai macam komponen yang di butuhkan untuk menghasilkan barang jadi.
Just-in Time inventory
Just-in time (JIT) inventory merupakan pendekatan moderen untuk mengelola ketergantungan terhadap persediaan. Tujuan dari JIT adalah menimimalisir persediaan-persediaan, selanjutnya memaksimalkan perputaran. Pendekatan ini mula-mula diperkenalkan di jepang, dan itu merupakan filosofi dasar manufaktur jepang. Seperti namanya, tujuan dasar dari JIT hanya memilikipersediaan secukupnya ditangan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan produksi. Hasil dari sistem JIT dimana persediaan-persediaan dipesan kembali dan penyimpanan kembali secara berulang. Membuat suattu sistem yang demikian dan menghindari kekurangan-kekurangan yang membutuhkan suatu kerja sama diantara para supplier. Pabrik-pabrik di jepang seringkali memiliki secara relatif kecil, kelompok supplier yang terintegrasi secara ketat dengan siaap mereka bekerja secara erat untuk mencapai koordinasi yang diinginkan. Supplier-supplier merupakan bagian dari sebuah kelompok industri pabrik besar (seperti TOYOTA) atau keiretsu. Tiap-tiap manufaktur besar cenderung memiliki keitertsu sendiri. Ia juga menolong untuk memiliki supplier yang lokasinya dekat, suatu situasi yang biasa di jepang. Kanban Merupakan suatu bagian yang integral dari satu sistem persediaan JIT, dan kadang-kadang disebut Sistem Kanban. Arti kata kanban adalah “kartu” atau “tandatangan”, tetapi,secara luas disebut, suatu kanban merupakan suatu tanda untuk seorang supplier untuk mengirim persediaan lebih banyak. Sebagai contoh, suatu kanban secara harafiah merupakan suatu kartu yang menghubungkan dengan suatu kotak parts (onderdil). Bila seseorang pekerja menarik kotak itu, kartunya dipisahkan dan dikirmkan kembali ke supplier, kemudian supplier mengganti kotak tersebut.
BAB III
KESIMPULAN
Dari pembahasan di atas, penulis dapat menyimpulkan beberapa hal bahwa Persediaan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam perusahaan. Bila perusahaan menanamkan terlalu banyak dananya dalam persedian, menyebabkan biaya penyimpanan yang berlebihan, dan mungkin mempunya opportunity cost (dana dapat ditanamkan dalam investasi yang lebih mengutungkan). Demikian pula, bila perusahaan tidak mempunyai persediaan yang mencukupi, dapat mengakibatkan biaya-biaya dari terjadinya kekurangan bahan.
Persediaan merupakan suatu hal yang sangat penting karena persediaan membentuk hubungan antara produksi dan penjualan produk. Maka manajer Oprerasi harus bisa mengatur persediaan dengan baik. Karena kesalahan dalam menetapkan persediaan dapat berakibat fatal, suatu contoh Persediaan terlalu kecil, mengakibatkan Hilangnya kesempatan untuk menjual dan memperoleh laba. Sedangkan jika Persediaan terlalu besar, maka akan berakibat pada biaya besar, sehingga memperkecil laba, dan malah akan memperbesar resiko.
Tujuan dari manajemen Persediaan adalah menyediaan persediaan yang dibutuhkan untuk menyokong operasi dengan biaya minimum (optimal dapat digunakan model kuantitas pemesanan yang ekonomis).
DAFTAR PUSTAKA
Kami dari PT. TWIN Logistics mengajukan penawaran kerjasama dalam bidang pengurusan barang Import RESMI & BORONGAN.
BalasHapusServices Kami,
Customs Clearance Import sistem Resmi maupun Borongan
Penanganan secara Door to Door ASIA & EROPA Sea & Air Service
Penyediaan Legalitas Under-Name (Penyewaan Bendera Perusahaan)
Pengiriman Domestik antar pulau seluruh Indonesia laut dan Udara atau Darat.
Terima kasih atas kepercayaan kepada kami, semoga kerjasamanya berjalan dengan lancar.
Jika ada yang inggin dipertayakan, silahkan hubunggi kami di Nomor Phone : +62 21 8498-6182, 8591-7811 Whatssapp : 0819-0806-0678 E-Mail : andijm.logistics@gmail.com
Best Regards,
Mr. Andi JM
Hp Whatssapp : 0819-0806-0678 / 0813-8186-4189
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = == = = = =
PT. TUNGGAL WAHANA INDAH NUSANTARA
Jl. Raya Utan Kayu No.105 B Jakarta Timur 13120 Indonesia
Phone : +62 21 8498-6182, 8591-7811 Fax : +62 21 8591-7812
Email : andijm.logistics@gmail.com, cs@twinlogistics.co.id
Web : www.twinlogistics.co.id